KAPAN SEBAIKNYA MENGGUNAKAN JASA ADVOKAT

Dalam kehidupan sehari-hari semua orang dianggap telah melakukan perbuatan hukum. Ini berarti semua orang tanpa terkecuali dianggap mengetahui hukum (peraturan perundang-undangan) yang berlaku.


Sebagai contoh, ketika kita di warung membeli sesuatu barang, kita baru bisa dapat membawa barang yang telah kita beli tersebut setelah kita menyerahkan uang sebagai alat bukti pembayaran yang sah. Apabila kita tidak menyerahkan uang pembelian barang tersebut dan membawa begitu saja barang yang mau dibeli, maka kita dianggap melanggar hukum dengan dituduh mencuri.


Atau kita dapat ambil contoh lain berupa transaksi jual beli mobil, baik pembeli maupun penjual sudah mengetahui hak dan kewajiban masing-masing yaitu pembeli memperoleh mobil yang telah dibelinya dan penjual memperoleh sejumlah uang seharga mobil yang dijualnya. Bagaimana jika pembeli sudah membayar lunas harga mobil namun penjual tidak kunjung menyerahkan mobil yang menjadi hak pembeli? Apa yang harus dilakukan oleh pembeli? Pembeli dapat memberitahu (mengingatkan) penjual untuk menyerahkan mobil yang sudah dibayarnya tersebut atau untuk mengembalikan uang milik pembeli. Lalu bagaimana jika penjual tetap beritikad tidak baik dan tidak menyerahkan mobil kepada pembeli?


Ironisnya, apabila pembeli ingin mempertahankan haknya tetapi justru melakukan pelanggaran hukum dengan merampas atau mengambil barang milik penjual sebagai pengganti uang pembeli. Perbuatan pembeli tersebut berpotensi untuk dilaporkan kepada Kepolisian oleh penjual. Kalau hal itu sudah terjadi, pembeli tidak dapat beralasan “saya tidak tau itu melanggar hukum, saya kan cuma mengambil hak saya”. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, semua orang tanpa terkecuali dianggap tahu hukum (peraturan perundang-undangan yang berlaku).


Jadi bagaimana solusinya? Hal ini tentu dapat dihindari apabila pembeli dan penjual dapat melakukan musyawarah untuk mencapai mufakat.  Apabila tidak berhasil maka pembeli dapat berkonsultasi dengan Advokat untuk memberikan solusi hukum terbaik kepada pembeli.


Konsultasi kepada Advokat lebih disarankan daripada mengambil tindakan yang justru menjadi bumerang bagi pembeli kecuali pembeli tersebut memahami hal-hal apa saja yang secara hukum dapat dilakukan, dan hal-hal apa saja yang secara hukum tidak dapat dilakukan atau melanggar hukum. Melalui Advokat, pembeli akan diberikan opsi-opsi misalnya melakukan perundingan baru antara pembeli dan penjual, sebagai berikut:

1. Apabila penjual tidak dapat menyerahkan mobil yang menjadi hak pembeli, penjual dapat mengembalikan uang pembeli pada tanggal yang disepakati, disertai pemberian jaminan kepada pembeli. Jika ada keterlambatan pengembalian uang maka penjual akan dikenakan sanksi denda dan bunga.

2. Penjual dapat mengembalikan uang pembeli dengan cara dicicil pada tanggal-tanggal yang disepakati, dengan disertai pemberian jaminan kepada pembeli. Jika ada keterlambatan pembayaran maka penjual akan dikenakan sanksi denda dan bunga.

3. Apabila perundingan-perundingan tidak berhasil mencapai kesepakatan maka sebagai jalan terakhir pembeli dapat mempertahankan haknya dengan mengajukan gugatan ke Pengadilan.

Advokat juga mempersiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan sesuai ilustrasi di atas, misalnya membuat perjanjian perdamaian yang menuangkan kesepakatan antara penjual dan pembeli, surat undangan pertemuan untuk perundingan kepada penjual, surat peringatan (somasi) dan membuat gugatan ke pengadilan.


Ilustrasi di atas menunjukan perbedaan penyelesaian masalah yang dilakukan sendiri dengan yang dilakukan dengan pendampingan Advokat sehingga anda dapat memahami kapan sebaiknya anda menggunakan jasa Advokat.


Selain contoh di atas, jasa hukum Advokat juga diperlukan antara lain ketika anda melakukan transaksi-transaksi bisnis, yaitu untuk menuangkan hak dan kewajiban para pihak dalam bentuk perjanjian, atau ketika anda bermaksud melakukan suatu perbuatan hukum (jual beli, sewa menyewa, kerjasama dan sebagainya). Tujuannya adalah untuk memastikan tindakan-tindakan yang anda ambil sesuai dengan koridor hukum (mencegah potensi timbulnya permasalahan hukum di kemudian hari) serta tentunya untuk melindungi hak dan kepentingan anda.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *