BENSU Vs. BENSU

*gambar hanya ilustrasi

Saat ini yang sedang ramai diberitakan di media adalah mengenai sengketa merek Bensu yang dilakukan oleh Ruben Onsu Samue. Ruben mengajukan 3 gugatan di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Pada waktu artikel ini ditulis, data yang didapatkan berdasarkan data dari Putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, ketiganya akan kita bahas sebagai berikut:

  1. RUBEN ONSU SAMUEL Vs JESSY HANDALIM     

Ruben Onsu Samuel mengajukan gugatan kepada Jessy Handalim yang merupakan pemegang merek “BENSU” (Bengkel Susu) karena menggunakan merek yang menyerupai nama atau singkatan nama orang terkenal, yaitu BENSU, sehingga diindikasi adanya persamaan pada pokoknya, adanya itikad tidak baik dalam memberikan penamaan merek “BENSU”. (Persamaan pada pokoknya adalah kemiripan adanya unsur dominan antara Merek yang satu dengan Merek yang lain yang menimbulkan kesan adanya persamaan, bentuk, cara penempatan,  penulisan atau kombinasi unsur, maupun persamaan bunyi ucapan, yang terdapat dalam Merek tersebu.)

Namun Gugatan Ruben tidak dapat diterima karena Permohonan Pendaftaran Merek oleh Ruben Onsu Samuel (GEPREK BENSU) telah ditolak oleh Dirjen Hak Kekayaan Intelektual. Seharusnya Ruben Onsu Samuel mengajukan keberatan banding ke Komisi Banding bukan ke Pengadilan Niaga. Sehingga Jessy Handalim adalah pemegang hak atas merek  BENSU dengan kata “Bensu dan Lukisan” yang merupakan singkatan dari Bengkel Susu dengan tanggal penerimaan 03 September 2015. 

  1. RUBEN ONSU Vs YANGCENT & RUBEN ONSU Vs PT. AYAM GEPREK BENNY SUJONO

Ruben Onsu Samuel mengajukan gugatan kepada Yangcent dan PT. Ayam Geprek Benny Sujono pemegang merek I AM GEPREK BENSU dalam 2 gugatan yang terpisah. Gugatan tersebut diajukan atas dasar merek Yangcent memiliki persamaan pokok dengan merek milik Ruben Onsu Samuel yang mengandung kata BENSU.

Gugatan Ruben Onsu Samuel ditolak karena:

    • merek Ruben Onsu Samuel yaitu BENSU (Bengkel Susu) dan merek Yangcent yaitu I AM GEPREK BENSU SEDEP BENEERRR, tidak mempunyai persamaan pada pokoknya;
    • Ruben Onsu Samuel bukanlah sebagai pemilik hak dan pendaftar pertama ( first to file ) atas merek BENSU yang dibeli dari Jessy Handalim dengan singkatan dari BENGKEL SUSU;

Selain itu, Yangcent dan PT. Ayam Geprek Benny Sujono melakukan gugatan balik dalam perkara yang sama terhadap Ruben dan gugatannya dikabulkan karena:

    • Perbuatan Ruben Onsu Samuel yang mendaftarkan mereknya memiliki niat untuk meniru, menjiplak atau mengikuti merek pihak lain demi kepentingan usahanya menimbulkan kondisi persaingan usaha tidak sehat, mengecoh atau menyesatkan konsumen, sehingga Ruben Onsu Samuel adalah Pemohon yang beriktikad tidak baik;
    • Yangcent adalah Pemakai Pertama dan pemilik satu – satunya yang sah atas Merek “I AM GEPREK BENSU SEDEP BENER”
    • merek milik Ruben Onsu Samuel memiliki persamaan pada pokoknya dengan Merek milik Yangcent maka pendaftaran Merek milik Ruben Onsu Samuel harus dinyatakan batal. Merek “BENSU” dengan pemegang hak atas merek Jessy Handalim  sudah dialihkan dengan Perjanjian Jual Beli dan Penyerahan Hak Atas Merek sejak tanggal 09 Februari 2019 kepada Ruben Samuel Onsu
    • Merek I AM GEPREK BENSU milik Yangcent dan PT. Ayam Geprek Benny Sujono telah didaftarkan terlebih dahulu pada tanggal 3 Mei 2017, sedangkan merek I AM GEPREK BENSU yang dimiliki oleh Ruben Onsu didaftarkan pada tanggal 8 Agustus 2017.

Dari pembahasan kasus-kasus tersebut diatas, maka dapat ditarik kesimpulan, apabila ingin mengajukan pendaftaran merek, kita harus memperhatikan beberapa hal, yaitu:

  • Merek yang akan didaftarkan belum pernah terdaftar di Direktorat Merek dan Indikasi Geografis Dirjen HAKI. Kita bisa cek di website https://pdki-indonesia.dgip.go.id/
  • Sistem First to File yang dianut oleh negara kita, yaitu siapa yang mendaftar pertama kali mendapatkan prioritas untuk menggunakan merek tersebut.
  • Apabila pendaftaran merek kita ditolak dengan alasan memiliki persamaan dengan merek orang lain, jangan terburu-buru untuk menggugat ke pengadilan. Kita masih harus mengajukan upaya Banding di Komisi Banding Dirjen HAKI. Apabila masih tetap ditolak, kita bisa mengajukan gugatan di Pengadilan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *